Kumpulan Puisi Muharram

blogger templates
Ayat- ayat Hijrah Buah karya: A Mochammad El-Qurtuby


Kisar putaran angin pada orbit kehidupan
Membuka jendela cakrawala dunia
Saat kelamnya dunia terhapus masa

Ayat-ayat hijrah…….
Tersimpan pada sucinya Al-Qur’an
Membangunkan kelamnya jiwa seorang insan
Disaat bara nafsuku terus berjalan
yang menghauskan keinginan
Hingga mataku buta akan realita kehidupan

Ayat-ayat hijrah……
Aku terbangun menuju sebuah muara
Hendak membasuh keningku dan bergegas menuju cahaya
Kemudian kusaksikan mutiara syurga
Hingga aku mencuci ….
semua korosi jiwa
Dengan munajat keesaannya


Bangkai Menjelma
Oleh: A Mochammad El-Qurtuby


Kutelusuri jalan setapak dihutan yang ramai
Anjing menggonggong…,srigala mengaung…
Membangunkan sang gagak yang hendak tidur
Sang raja berkata ”disana ada mangsa”

Bangkai busuk yang terbungkus begitu indah dimata
Menjelmalah predator-predator ganas
Yang tak kan puas
Perang bangkai terjadi dihutan yang gersang
Bangkai menjelma merasuk jiwaku

Bau busukmu kau ubah dengan harumnya bunga merona
Hingga kau tebar ke penjuru Dunia
Agar ku terhalang dan tersapu arus
Hancur berkeping sepertimu

Ya..Alloh…..!
Bangkai yang berbicara..tertawa riang
Dengan gemerlapnya pesona
Diatas jeritan jiwa yang menuju Ridhomu



A Mochammad El-Qurtuby
Dengan karyanya

SEBUAH PENGAKUAN
Dunia……ku akui arti diri
Ada putih…ada kelam
Sang surya terbit…..
Mawar yang layu kini kan hangat kembali

Ku akui mentari nafas hidupku
Menjelang dunia baru
Salah… ku akui, benci yang terjadi
Pengakuan bulan putih
Jadi saksi yang penuh buih

Aku….akui
Kamu…..akui
Jadilah suatu pengakuan yang abadi














RENUNGAN MALAM
DARI SUARA HATIKU

Malam ini hatiku tenggelam dalam sebuah perasaan yang amat pedih dan pilu,
entah siapa yang membuatku seperti ini? Hanyalah dia jawabanku.
Setiap kali kuterhenyak dalam denyutan jantungku,

Disela-sela sujud dan do’aku,
Ekspresiku terbang bersama tinta dan kertasku
Hari yang penuh haru kian kemari aku mencari tahu, entah dimana dia berada…
Kini jiwaku mulai halus dan tersiram oleh air mata sesaat

Perjalanan yang cukup melelahkan ini tak kan aku sia-siakan, karena ini hanya aset hidupku satu-satunya.
Aku hanya bisa merasakan terkurasnya jiwa dan perasaan
saat aku mendengarkan sebuah alunan ayat
Ayat suci yang merasuk rongga dadaku












HIJRAHKU,HARI PERTAMAKU

Buah karya:A Qurtubi

Kala pelita tebarkan kegelapan
Kala waktu berlalu penuh debu
Kala kuterhenyak dalam kebaikan
Bertebar dosa….bisingkan suasana

Musuh menyerang habiskan harapan
Namun hijrahku alternatifku wahai teman
Dengan Muhajirin kuberjalan
Dengan Ansor sambut harapan
Pasang strategi taklukan musuh Islam
Lirikan durja,harta nan tahta

Gemercik air menyapa hijrahku
Hari pertama kumengadu yang menyatukan jiwa dalam kalbu
Pancarkan cahaya untuk menyambut pagi
Yang cerah selamanya



Ini adalah tulisan hati dan tinta kerinduan yang penuh harapan
Rindu ini membawa arti
Kata ini pun tak kan aku lupakan
Haruskah aku mengunjunginya?
Ya, itupun kalau kamu inginkan cintamu

Wait me dear! I will you visiting you so on
I like your art and neither you like
I want to be to night is the best night for you alone
You’re so beautiful and your heart too.
Can you understand to content of my heart?
Would you like to remmember our first introduction in the small shop?
You eaten a bread and I drink an softdrink.
Than we gone to the Campus for wacthed together.


 

Do’a Untuk Ibunda
Buah Karya : A.Mochammad El-Qurtuby

Disudut keheningan malam

Saat hujan air mata mengguyur rumah duka
Saat itu pula kurasakan luluhnya perasaan
Di saat engkau tutup matamu dengan senyuman
Mengingatkanku akan besarnya jasamu

Wahai bundaku…!

Kini kau terkujur kaku,…terbungkus kafan
Kupandang wajahmu untuk yang terakhir kali
Dan terbayanglah semua belaian kasihmu
Ibundaku…!
Mutiara kasihmu sungguh tak bertepi

Wahai Ibunda…….!

Saat keranda mengusungmu, menuju rumah bawah tanah
Saat itu pula do’a mengiringi langkahmu
Dari buah hatimu yang tercinta

Ya…Alloh…...!

Terangilah kegelapan itu…luaskanlah rumah bawah tanah itu
Jadikanlah pintu itu sebagai gerbang taman surgamu
Aku hanya bisa mengantarmu sampai di sini

Wahai Ibundaku…………..!

Langkah langkah kecilku..lembayan tanganku..isak tangisku
Mengantarkan kepergianmu
Kini engkau telah tiada, namun jasamu tetap menggema…!

Selamat jalan Ibunda…! Selamat jalan Ibunda………….!

Semoga kedamaian menyertaimu
Oh……Bundaku
  Product 14 Mei 2008




“ PUDARNYA SANG MUJAHID “

Oleh : A.Mochammad El-Qurtuby


Gentarnya medan perang dengan senjata ditangan

Tameng pun kian ikut berperan
Dengan strategi yang penuh kekuatan
Siap bertempur di Medan perang

Wahai sang Mujahid….!

Kini kau pudarkan niat muliamu
Apakah hanya karena sesuatu?
Atau karena namamu tak dikenal orang?
Mengapa kau pudarkan semangatmu?
Sementara pertempuran belum selesai
Dan musuh pun siap menerkam

Wahai sang Mujahid…!

Apakah kau telah lupa akan perintah yang mulia?
Lihatlah saudara-saudaramu dibantai..!
Anak-anak yang tak berdosa ikut menjadi korban
Jerit dan tangis pun kian mengharukan
Dengan darah, keringat dan nyawa mereka pertaruhkan
Hanya untukmu sang Mujahid

Bendera kemenangan itu hanya suatu impian

Yang kau hancurkan
Harapan dan penantian mereka kau balas dengan air mata penyesalan
Karena kau tak bisa diandalkan

Wahai sang Mujahid…!

Jika kau pudarkan niatmu,
Hujan peluru siap membanjirimu
Hingga kau pun lenyap sebagai pecundang
Bukan sebagai Mujahid yang dikenal orang