Pidato sikap dalam menghadapi musibah Bahasa Indonesia terbaru

blogger templates
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته الحمد لله الذى جعل مصيبة فى بلد الاندونيسيا بواسطة الفاحسة , اشهد ان لا اله الا الله واشهد ان محمدا عبده ورسوله الذى لا رسول ولا نبي بعده (اما بعد) قال تعالى ولو ان اهل القراى امنوا والتقوا لفتحنا عليهم بركات من السماء والارض ولكن كذبوا فاخدناهم بما كانوا يكسبون وقال النبى صلى الله عليه وسلم : اذا ظهر الفاحشة جاءة الرجفة وقال ابن مالك : لاقعد الجبن عن الهيجاء * ولو توالت زمر الاعداء Terucap di awal bahasa , penghias kalbu dikala rindu, pelipur lara dikala duka , tak lain hanyalah mengucapkan puja yang telah terasa di lubuk hati jiwa dan raga yang telah dicurahkan oleh Allah SWT kepada kita. Dari seisi puji yang telah terbukti, emoga dilimpahkan oleh Allah SWT yang maha suci, yang telah memberikan nikmatyang tak henti-henti terutama nikmat yang hakiki dan yang paling tinggi, yang menjadi inti bagi umat Islami dalam berbakti kepada Illahi Rabbi. Pun demikian shalawat beserta salam sejahtera semoga senantioasa tercurah limpahkan selalu kepada habib tertinggi anti korupsi, baginda termulia anti durhaka, maha profesor anti lacur, sebagai sentar figur pucuk pimpinan alam , revolusioner islam sedunia, penegak keadilan, pendobrak kebathilan, penghancur kemusyrikan, is the best man, he take the darkness situation to the clearness situation, yakni Nabi besar Muhammmad SAW berikut segenap pengikut-pengikutnya yang masih tetap setia mengibarkan bendera لا اله الا الله محمدالرسول الله Hadirin rahima kumullah! Negara Indonesia laksana jamrud khatulistiwa, kenapa dikatakan laksana jamrud khatulistiwa? Karena negara indonesia merupakan negara yang subur makmur, mempunyai padang rumput yang hijau, memiliki kekayaan alam yang sangat luas dan keindahan alam yang sangat menakjubkan maka tidak heran banyak orang asing antri datang ke Indonesia dengan dengan dalil ingin menikmati keindahan Indonesia bahkan mereka ingin merebut kekayaan alam negara yang kita cintai ini. Tapi kenapa hadirin? Negara yang dikatakan subur makmur gemah ripah loh jinawi ini seakan-akan tinggal namanya saja karena banyak terjadi musibah dimana-mana seperti banjir, gempa, tsunami dll;ini merupakan fakta dan realita yang berbicara. yang jadi permasalahan apakah ini tanbih atau adzab dari Alloh SWT? Itu tergantung bagaimana sikap kita sebagai seorang muslim dalam menghadapi realita tersebut, maka dari itu dalam kesempatan ini insya Alloh saya akan mengetengahkan tema yang sudah ditentukan yaitu “Sikap Seorang Muslim Dalam Menghadapi Musibah” Hadirin rahima kumullah! Maka tema inilah yang akan saya ketengahkan dengan rujukan firman Alloh SWT surat Al-A’raf ayat 96 yang terukir dengan indah dalam Al-Qur’an ولو ان اهل القراى امنوا والتقوا لفتحنا عليهم بركات من السماء والارض ولكن كذبوا فاخدناهم بما كانوا يكسبون Jikalau umpama penduduk suatu negeri beriman dan bertaqwa terhadap Alloh SWT, maka yakin Alloh akan melimpahkan berkah dari langit dan bumi. Kalau kita garis bawahi pada ayat tersebut ada kata lafatahna ‘alaihim, menurut Sulaeman Al-Qosri dalam kitabnya Jubadatut Tafsir اى لو سعتكم عليهم الخير من كل جاء Alloh akan menurunkan keberkahan dari langit dan bumi dengan syarat beriman dan bertaqwa kepada Alloh SWT ولكن كذبوا فاخدناهم بما كانوا يكسبون Tapi sebaliknya jikalau mendustakan ayat-ayat Alloh dengan berbuat maksiat, merusak maka Alloh akan menurunkan adzab yang duisebabkan oleh perbuatannya bahkan Rasulullah SAW mensinyalir اذا ظهر الفاحشة جاءة الرجفة Apabila kemaksiatan sudah merajalela, maka tunggulah kehancurannya. Maka dari itu, bagaimana sikap kita dalam menghadapi musibah yangtrjadi di negara kita ini? Yang pertama, Kalau seandainya itu suatu cobaan,maka hadapilah musibah ini dengan penuh kesabaran; ان الله مع الصابرين Karena sesungguhnya Allah menyertai orang-orang yang sabar, sebab manusia yang akan dijadikan kekasih Allah terlebih dahulu diuji dengan suatu cobaan sebagaimana Ibnu Malik mengatakan:لاقعد الجبن عن الهيجاء * ولو توالت زمر الاعداء “Sebesar apapun ujian dan rintangan hadapilah dengan penuh kesabaran” Yang kedua kalau seandainya musibah itu adalah tanbih, maka kita harus ihtisabun nasfi (introsfeksi diri) dikarenakan kita lupa diri bagaikan kacang lupa akan kulitnya, lupa akan nikmat yang telah Allah berikan kepada kita dengan tidak mensyiukuri nikmat yang telah diberikan, maka kita kembalikan kepada diri kita ما اصاب من حسنة فمن الله وما اصاب من سيئة فمن نفسك Yang ketiga: Apabila musibah itu adzab dari Allah karena kita banyak berbuat maksiat kepadanya, maka mari kita bertaubat memohon ampun kepadanya. Maka dari itu saya mengajak kepada hadirin sekalian, mari kita jaga dan lestarikan bumi Indonesia ini. رب اجعل هذالبلدا امنا وارزق اهله من الثمرة “Ya Allah…jadikanlah negeri ini aman dan penduduknya sejahtera” Hadirin rahima kumullah! Substansi dari pembicaraan ini adalah bahwa sikap seorang muslim dalam menghadapi musibah ada tiga versi Yang pertama: kalau seandainya itu suatu cobaan, maka hadapilah dengan penuh kesabaran Kedua: seandainya itu tanbih, mari kita sama-sama ihtisabun nafsi Ketiga: seandainya itu adzab dari Allah, mari kita bertaubat dan memohon ampunannya Rupanya uraian kata dari saya cukup hanya sekian dan demikian mohon maaf atas kesalahan dan kekurangannya ربنا ما خلقت هذا بطلا سبحانك فقنا عذابا النار والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته