Tabulampot

blogger templates
http//:abimkazama.blogspot.com
TABULAMPOT
(Tanaman Buah Dalam Pot)
MENANAM JERUK DALAM POT
Mungkin agan-agan sudah tidak asing lagi dengan istilah tabulampot ya; tapi bagi yang belum tahu dengan tabulampot alias Tanaman Buah Dalam Pot (Tabulampot) memang menjadikan sesuatu yang bisa kita berdayakan terutama di daerah yang perkotaan yang sulit akan lahan, sehingga Tabulampot ini menjadi salah satu alternatif bercocok tanam yang efisien dan lebih ramah lingkungan dan juga bisa menambah keindahan pekarangan rumah kita. Tabulampot ini banyak sekali ragamnya mulai dari blimbing, Jambu ataupun jeruk. Hanya saja yang booming ke publik adalah tanamn jeruk; karena biasanya menjelang hari raya imlek , semua orang  Tiong Hoa berburu Tabulampot Jeruk sebagai simbol keberkahan dan simbol kekayaan dengan warna buah jeruk yang kuning yang berarti emas itu menjadi daya tarik tersendiri bagi orang Thiong Hoe untuk memburu Tabulampot .
Lalu bagaimanakah sebenarnya Tabulampot itu bisa berbuah rindang??
Mari kita simak step by step...! 
http//:abimkazama.blogspot.com

1.    Persiapan
Menanam jeruk dalam pot tidak rumit, hanya diperlukan pot yang diisi media tanam untuk nenanamnya. Inilah bedanya dengan menanam jeruk di tanah yang harus menyiapkan lubang tanam.  Besarnya pot penanaman tentu saja disesuaikan dengan jenis jeruk yang akan ditanam.
Pekerjaan menanam jeruk dalam pot dimulai dengan menyiapkan bibit jeruk telebih dahulu, kemudian menyiapkan pot penanaman dan media tanam sebagai tempat tumbuhnya.
A.    Menyiapkan Bibit Jeruk Berkualitas
Salah satu penyakit yang banyak menyerang dan memusnahkan tanaman jeruk adalah Citru Vein Phloem Degeneration (CVPD). Karena itu, ketika akan menanam jeruk dalam  pot harus mencari bibit jeruk yang bebes dari CVPD. Bibit tanam jeruk yang bebas dari CVPD ini bisa diperoleh dipenangkar-penangkar bibit tanaman buah yang sudah memiliki kredibilitas dan mengantongi sertifikat dari Balai Pengawasan dan Sertifikasi Bibit (BPSP) Departemen Pertanian. Selain dibeli dari penangkar, bibit jeruk juga bisa dibuat sendiri dengan cara mencangkok, menyetek, merunduk atau mengokulasinya; dengan syarat , tanaman induknya harus benar-benar sehat.
B.    Menyiapkan Media Tanam
Akar tanaman jeruk lebih mudah menyerap unsur hara dari media tanam apabila media yang digunakan tidak terlalu liat.karena itu, media yang digunakan harus gembur atau porus, terutama untuk tanaman jeruk yang ditanam di dalam pot. Pengaturan pembuahan tanaman jeruk dalam pot yang menggunakan media poros atau gembur juga lebih mudah dilakukan.
Media tanam yang bisa digunakan untuk tanaman jeruk dalam pot adalah tanah yang subur. Media tersebut berupa tanah humus dan pupuk kandang dari kotoran ayam, sapi, kerbau,  kambing atau domba, kelalawar, dan kuda. Agar media menjadi porus atau gembur bisa dicampur dengan pasir atau abu dari sekam padi. Media yang digunakan, baik tanah, pupuk kandang, pasir ataupun sekam padi sebaiknya tidak mengandung jamur, hama, dan penyakit lainnya. Karena itu, media tersebut perlu disterilkan menggunakan pestisida. Jenis pestisida yang digunakan adalah insektisida-nematisida seperti Furadan 3G. Pemakaiannya dengan cara dicampur dengan media.
Media tanam juga bisa disterilkan dengan cara disangrai/ menggoreng dalam kuali tanpa minyak) hingga bakteri, hama, dan jamurnya mati.
C.    Menyiapkan Pot
Banayak ragam pot yang bisa digunakan untuk menanam jeruk, antaralain ember plastik hitam, plastik polibag, kaleng bekas cat, drum, pot kayu, pot plastik, atau pot-pot hias yang banyak dijajakan di pinggir jalan. Yang penting pot tersebut harus tahan lama dan mampu menampung media tanam yang akan digunakan.
Bagian bawah pot yang akan digunakan harus mempunyai lubang. Fungsinya untuk membuang kelebihan air pada saat penyiraman atau hujan sehingga air tidak menggenang dan membuat akar busuk. Ukuran pot hendaknya juga disesuaikan dengan jenis jeruk yang akan ditanam karena akan berpengaruh pada jumlah media tanam dan jumlah unsur hara yang diserap tanaman. Hal ini secara langsung akan berpengaruh juga pada pertumbuhan dan produksi tanaman jeruk. Tanaman jeruk kecil seperti jeruk nagami, lemon cui, dan kingkit bisa menggunakn ember berkapasitas 10 liter. Jeruk manis dan jeruk keprok bisa menggunakan ember berkapasitas 10 liter atau lebih besar , misalnya drum bekas. Namun, untuk jenis jeruk yang besar seperti jeruk bali dan nambangan harus menggunakan drum bekas yang besar jika mengharapkan tanaman tersebut bisa berbuah lebat.
D.    Menanam Jeruk Dalam Pot
1.    Buat 4-5 lubang di bagian bawah pot untuk pembuangan air. Pasang batu atau pecahan bata/ genteng di bagian lubang sepaya media tanam tidak terbuang
2.    Masukan media tanam yang terdiri dari campuran tanah, pupuk kandang, dan pasir atau sekam padi ke dalam pot sampai terisi separuhnya.
3.    Sebelum penanaman, media penanaman bibit jeruk disiram terlebih dahulu agar basah, kemudian buka plastik pembungkus media tanam bibit jeruk yang sudah disiapkan. Pembukaan plastik pembungkus , bibit harus  dilakukan dengan hati-hati agar media akar bibit jeruk tidak rusak. Akar dan media yang rusak menyebabkan bibt jeruk stres dan akan berhenti bertumbuh selama beberapa waktu.
4.    Letakan bibit jeruk tepat di tengah-tengah pot agar akarnya bisa menyebar rata. Kemudian, timbun lagi dengan media tanam yang masih tersisa sampai di batas antara batang dan akar. Penimbunan media yang terlalu tinggi sampai ke batang bisa mengakibatkan batang menjadi busuk.
5.    Setelah selesai ditanam, siramlah media dengan air bersih. Jika menyusut, maka tambahkan lagi media hingga batas akar dan batang.
6.    Agar tanaman tidak stres akibat penguapan yang terlalu tinggi , pangkas beberapa cabang dan ranting yang tidak berguna misalnya ranting atau cabang air. Potong juga beberapa daunnya. Beri naungan dari daun kelapa atau naungan lain untuk mengurangi terpaan sinar matahari . Lama penaungan sekitar 1 minggu. Selain dengan naungan, bisa juga dilakukan dengan meletakan pot di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung selama satu minggu.
7.    Pada tahap awal penanaman, tanaman bisa disiram 2 kali sehari atau melihat kondisi kelembaban medianya.
8.    Setelah 1 minggu, letakan tabulampot jeruk di tempat yang dikehendaki. Di keempat sisi bagian bawah pot perlu diberi alas atau ganjal. Hal ini berguna agar kelebihan air siraman dapat lancar dan terbuang. Pot sebaiknya diletakan di tempat yang terbuka dan terkena sinar matahari penuh setiap hari.
Demikian artikel Tabulampot (Tanaman Buah Dalam Pot) Menanam Jeruk Dalam Pot
Yang isinya sebagian bersumber dari buku karya Bernard T. Wahyu Wiryanta.
Selamat mencoba...! salam sukses buat seluruh pembaca...! Good Luck..!