Tanaman Herbal dan Khasiatnya

blogger templates
Tanaman Herbal dan Khasiatnya
http//:abimkazama.blogspot.comBUDIDAYA BROTOWALI
Mungkin bagi sahabat teras asing dengan nama brotowali, namun bagi mereka yang pernah mengalami sakit Diabetes Melitus, demam, hepatitis pasti sudah tidak asing lagi; karena tanaman yang populer dikenal dengan tanaman si super pahit ini ternyata bisa mengobati penyakit-penyakit tadi.
Sehingga mungkin saja diantara mereka yang dulunya hanya sekedar menanam untuk obat , ternyata bisa dijadikan peluang bisnis yang menggiurkan dengan membudi dayakan Tanaman Brotowali ini, istilahnya ‘’Berakit-rakit dahulu berenang-renang ke tepian, Berpahit-pahit dahulu baru senang kemudian”.

A.     Bagian-Bagian Tanaman
Brotowali merupakan tanaman merambat dan tumbuh dengan baik di hutan terbuka atau semak belukar di daerah tropis. Tanaman Brotowali memiliki bagian-bagian sebagai berikut.
a.     Batang
Brotowali memiliki batang yang berbintil-bintil rapat dan tidak beraturan, lunak, serta berasa pahit. Jika disimpan dalam jangka waktu panjang, keadaan batang cenderung tidak berubah. Ukuran batang Brotowali sebesar jari kelingking, panjangnya bisa mencapai 2,5 m lebih.
b.    Daun
Bentuk daun brotowali seperti jantung atau bertangkai menjantung, agak membundar, dan berujung lancip. Daunnya termasuk daun tunggal.
c.    Bunga
Bunga brotowali termasuk jenis bunga tidak sempurna karena tidak memiliki bagian-bagian bunga yang lengkap dan berukuran kecil. Warna bunga hijau muda atau putih kehijauan dengan enam mahkota bunga.
d.    Tanaman brotowali memiliki buah yang berkumpul dalam tandan, warna buahnya merah muda.
B.    Penanaman Secara Intensif
Brotowali termasuk tanaman herba yang mudah ditanam dan dipelihara. Untuk memperbanyaknya cukup dengan menanam batang pendek atau stek batang lebih kurang 5 cm menggunakan piolibag. Hal ini erat kaitannya dengan morfologi batangnya yang berbintil-bintil. Polibag yang dipakai tidak perlu terlalu besar, cukup dengan yang berdiameter 15 cm. Stek batang ini dibiarkan  selama 1 - 2 minggu hingga bertunas. Jika kondisi ini sudah tercapai, bibit brotowali sudah siap ditanam di tanah atau di jual.
Pertumbuhannya akan lebih cepat jika merambat ke pohon, pagar, atau tegakan yang sesuai. Untuk penanaman dalam jumlah banyak dapat digunakan potongan kayu atau bambu yang disusun segi tiga.

Dengan penampang berbentuk segi tiga ini, areal rambat untuk brotowali menjadi semakin luas dan pertumbuhannya optimal. Jika digunakan penampang lain, dikhawatirkan penampang tersebut rusak atau roboh. Hal ini terjadi karena tanaman brotowali cenderung lebih berat, terutama jika dibandingkan dengan tanaman sejenis labu. Penanaman brotowali secara intensif ini banyak ditemukan di daerah sumatera, seperti lampung. Disamping itu, penanaman brotowali secara intensif juga dapat ditemukan di daerah serang, Banten.
Umumnya, tanaman ini banyak tumbuh di hutan, ladang, atau halaman dekat pagar dengan sinar matahari yang cukup. Brotowali tumbuh dengan baik di daerah tropis dengan cara merambat. Daerah yang ditempatinya biasanya memiliki ketinggian 0 - 1.000 m di atas permukaan laut (dpl).

C.    Pemeliharaan
Brotowali termasuk tanaman yang mudah dipelihara. Artinya, brotowali tidak memerlukan cara penanaman dan pemeliharaan yang intensif. Meskipun demikian, untuk mendapatkan hasil yang optimal, dapat dipergunakan pupuk. Pupuk yang digunakan sebaiknya pupuk kandang seperti kotoran hewan. Pupuk ini dicampur tanah dengan perbandingan 1:3.
Jika akan digunakan insektisida, sebaiknyadipilih jenis insektisida alami seperti dari exstrak nimba dan tembakau.
Namun, Brotowali dapat tumbuh dengan baik tanpa diberi insektisida. Berdasarkan laporan Warta Tumbuhan Obat Indonesia, ada penelitian yang menyebutkan bahwa batang brotowali dapat berperan sebagai anti serangga. Senyawa anti serangga tersebut adalah minyak atsiri yang terkandung dalam fraksi glikosida. Hal inilah yang mendukung pernyataan bahwa brotowali tidak perlu mendapatkan semprotan insektisida. Malahan hewan pemakan daun sekalipun, seperti belalang, kambing dan sapi tidak menyukai tanaman brotowali.
D.    Bagian dari Toga
Brotowali termasuk salah satu tanaman obat keluarga atau toga karena dapat ditanam di pekarangan rumah. Dalam hal ini, toga dapat dirancang dikebun kecil, pekarangan, atau di dalam rumah. Salah satu keunggulan tanaman obat keluarga ini adalah dapat dirancang dengan memperhatikan faktor estetika atau keindahan taman dan rumah.
Tanaman brotowali yang hidup merambat sebaiknya tidak menghalangi masuknya sinar matahari, baik untuk Tanaman brotowali sendiri maupun untuk Tanaman lain di sekitarnya. Sedapat mungkin disesuaikan dengan kondisi lahan yang ada. Jika perlu, ditambahkan aksesoris taman, seperti kolam, lampu dan jalan setapak.
Untuk menghindari rambatan yang panjangnya bisa mencapai lebih dari 2 meter, arah pertumbuhannya dapat dibuat mengelilingi batang yang sudah ada. Cara ini tidak mustahil dilakukan karena besar atau diameter batang brotowali bisa mencapai paha laki-laki dewasa.
Tanaman obat keluarga yang dipelihara di pekarangan dan benar-benar difungsikan secara optimal menjadikan pekarangan tersebut sebagai apotek hidup. Sayangnya, minat masyarakat dalam membuat tanaman obat keluarga ini masih kurang. Salah satu penyebabnya adalah masyarakat Indonesia lebih menyukai hal-hal yang bersifat praktis, mereka tidak mau meramu sendiri obat yang diperlukan keluarga. Memang, meramu tanaman obat hingga menjadi obat bukan suatu hal yang mudah, ttapi bagi orang yang sudah biasa, tentu saja akan menjadi mudah. Dalam meramu obat dari tanaman dibutuhkan waktu dan pengetahuan untuk meramu. Selain itu, kurangnya lahan untuk merancang toga sering menjadi kendala bagi masyarakat. Faktor lain yang menyebabkan tanaman obat kurang berkembang adalah kesulitan mendapatkan bibit serta masih kurangnya pemahaman tentang manfaat dan cara pengolahan toga. Meskipun demikian, semua kendala ini dapat diatasi dengan kesadaran diri. Dengan niat yang bulat, semua kendala tersebut bisa teratasi. Misalnya dengan cara mencari informasi tentang manfaat dan cara mengolah tanaman obat keluarga.
Penanaman brotowali sebagai tanaman obat keluarga lebih baik dilakukan dengan cara tumpang sari. Hal ini banyak dilakukan karena erat kaitannya dengan sifat brotowali itu sendiri, yakni tumbuh merambat.
E.    Pemanenan
Bagian Tanaman brotowali yang dipanen meliputi daun dan batangnya. Pemanenan daun biasanya dilakukan mengikuti panen batang. Bagian tanaman yang dipanen ini tentunya disesuaikan dengan kebutuhan dan batang yang berwarna hijau dibuang.
Dari segi kuantitas pemakaiannya dalam dunia pengobatan, batang lebih banyak digunakan dibandingkan dengan daun. Umumnya bagian Tanaman brotowali yang diperjualbelikan adalah batangnya. Batang yang baik untuk dipanen adalah batang yang berumur sudah tua. Batang tua yang paling baik digunakan sebagai bahan obat adalah yang berwarna cokelat. Biasanya, untuk menghasilkan produk tanam yang baik dan berjumlah cukup, pemanenan dapat dilakukan setelah masa tanam mencapai 8 -12 bulan. Meskipun demikian, tanaman yang baru berumur 3 bulan juga sudah dapat dipanen.
Pengemasan batang brotowali yang dipanen  dan akan dijual penting untuk diperhatikan. Sebagian petani ada yang mengemas batang brotowali dengan bentuk lingkaran. Cara ini tentunya kurang efisien , karena memakan tempat atau wadah pengangkutan yang besar. Sebaiknya, batang brotowali yang dijual, dikemas dalam suatu bentuk ikatan yang terdiri dari beberapa batang memanjang berukuran 1 – 1,5 m; karena konsumen yang membeli brotowali, khususnya yang akan mengolah brotowali tersebut lebih menyukai ukuran batang yang seragam. Selain keseragaman ukuran, keseragaman warna batang merupakan hal penting yang harus diperhatikan.
Demikian artikel Tanaman Herbal dan Khasiatnya ini di buat,, selamat mencoba..!
Semoga bermanfaat