Tata Cara Sholat Gerhana

blogger templates
TATA CARA SHOLAT GERHANA
http//:abimkazama.blogspot.com
Tepat pukul 06.15 hingga pukul 08.27 WIB pada hari Rabu, tanggal 9 Maret 2016 sebagian wilayah Indonesia menjadi jalur lintasan terjadinya Gerhana Matahari Total tepatnya wilayah Sumatera Selatan, Kalimantan  dan Sulawesi; dan hampir seluruh daerah di Indonesia bisa menyaksikan terjadinya Gerhana Matahari ini.sehingga menjadi daya tarik bagi para wisatawan pemburu fenomena alam untuk mendatangi jalur wilayah dimana gerhana matahari terjadi, bahkan wisatawan dari mancanegara yang sengaja datang ke Indonesia hanya untuk menyaksikan langsung terjadinya gerhana matahari yang berdurasi kurang lebih 2 jam ini.
Seiring dengan tertutupnya cahaya matahari di pagi hari ini, seluruh umat Muslim mengumandangkan Takbir, meskipun diluar sana banyak dari kalangan non muslim melaksanakan destinasi fenomena alam, akan tetapi bagi umat islam ini merupakan suatu tanda kebesaran dan kekuasaan Alloh swt. Pada saat terjadinya gerhana matahari di sunatkan untuk melaksanakan sholat gerhana. 

Ada pun bagaimana tata cara dari shalat gerhana, para ulama menerangkan berdasarkan nash-nash syar'i sebagai berikut :

A. Dua Rakaat
Shalat gerhana dilakukan sebanyak 2 rakaat. Masing-masing rakaat dilakukan dengan 2 kali berdiri, 2 kali membaca qiraah surat Al-Quran, 2 ruku' dan 2 sujud. Dalil yang melandasi hal tersebut adalah : 
Dari Abdullah bin Amru berkata,"Tatkala terjadi gerhana matahari pada masa Nabi SAW, orang-orang diserukan untuk shalat "As-shalatu jamiah". Nabi melakukan 2 ruku' dalam satu rakaat kemudian berdiri dan kembali melakukan 2 ruku' untuk rakaat yang kedua. Kemudian matahari kembali nampak. Aisyah ra berkata,"Belum pernah aku sujud dan ruku' yang lebih panjang dari ini. (HR. Bukhari dan Muslim)
 
B. Bacaan Al-Quran
Shalat gerhana termasuk jenis shalat sunnah yang panjang dan lama durasinya. Di dalam hadits shahih disebutkan tentang betapa lama dan panjang shalat yang dilakukan oleh Rasulullah SAW itu :
ابْنُ عَبَّاسٍ - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا - قَال : كَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُول اللَّهِ  فَصَلَّى الرَّسُول  وَالنَّاسُ مَعَهُ فَقَامَ قِيَامًا طَوِيلاً نَحْوًا مِنْ سُورَةِ الْبَقَرَةِ ثُمَّ رَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلاً ثُمَّ قَامَ قِيَامًا طَوِيلاً وَهُوَ دُونَ الْقِيَامِ الأْوَّل ثُمَّ رَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلاً وَهُوَ دُونَ الرُّكُوعِ الأْوَّل
Dari Ibnu Abbas radhiyallahuanhu, dia berkata bahwa telah terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah SAW. Maka Rasulullah SAW melakukan shalat bersama-sama dengan orang banyak. Beliau berdiri cukup lama sekira panjang surat Al-Baqarah, kemudian beliau SAW ruku' cukup lama, kemudian bangun cukup lama, namun tidak selama berdirinya yang pertama. Kemudian beliau ruku' lagi dengan cukup lama tetapi tidak selama ruku' yang pertama. (HR. Bukhari dan Muslim)
Lebih utama bila pada rakaat pertama pada berdiri yang pertama setelah Al-Fatihah dibaca surat seperti Al-Baqoroh dalam panjangnya.
Sedangkan berdiri yang kedua masih pada rakaat pertama dibaca surat dengan durasi sekitar 200 ayat, seperti Ali Imran.
Sedangkan pada rakaat kedua pada berdiri yang pertama dibaca surat yang panjangnya sekitar 250 ayat, seperti An-Nisa. Dan pada berdiri yang kedua dianjurkan membaca ayat yang panjangnya sekitar 150 ayat seperti Al-Maidah.
 
C. Memperpanjang Ruku' dan Sujud
Pada sholat gerhana matahri, disunnahkan untuk memanjangkan ruku' dan sujud dengan bertasbih kepada Allah SWT, baik pada 2 ruku' dan sujud rakaat pertama maupun pada 2 ruku' dan sujud pada rakaat kedua.
Yang dimaksud dengan panjang disini memang sangat panjang, sebab bila dikadarkan dengan ukuran bacaan ayat Al-Quran, bisa dibandingkan dengan membaca 100, 80, 70 dan 50 ayat surat Al-Baqarah.
Panjang ruku' dan sujud pertama pada rakaat pertama seukuran membaca 100 ayat surat Al-Baqarah, pada ruku' dan sujud kedua dari rakaat pertama seukuran membaca 80 ayat surat Al-Baqarah. Dan seputar 70 ayat untuk ruku' dan sujud pertama dari rakaat kedua. Dan sujud dan ruku' terakhir seukuran membaca 50 ayat.
Dalil yang mendasari adalah hadits shahih yang keshahihannya telah disepakati oleh para ulama hadits.
كَسَفَتِ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُول اللَّهِ  فَصَلَّى الرَّسُول  وَالنَّاسُ مَعَهُ فَقَامَ قِيَامًا طَوِيلاً نَحْوًا مِنْ سُورَةِ الْبَقَرَةِ ثُمَّ رَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلاً ثُمَّ قَامَ قِيَامًا طَوِيلاً وَهُوَ دُونَ الْقِيَامِ الأْوَّل ثُمَّ رَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلاً وَهُوَ دُونَ الرُّكُوعِ الأْوَّل
Dari Ibnu Abbas ra berkata,"Terjadi gerhana matahari dan Rasulullah SAW melakukan shalat gerhana. Beliau beridri sangat panjang sekira membaca surat Al-Baqarah. Kemudian beliau ruku' sangat panjang lalu berdiri lagi dengan sangat panjang namun sedikit lebih pendek dari yang pertama. Lalu ruku' lagi tapi sedikit lebih pendek dari ruku' yang pertama. Kemudian beliau sujud. Lalu beliau berdiri lagi dengan sangat panjang namun sidikit lebih pendek dari yang pertama, kemudian ruku' panjang namun sedikit lebih pendek dari sebelumnya.(HR. Bukhari dan Muslim).
Pada saat terjadinya gerhana matahari, dianjurkan pula untuk memperbanyak amal-amalan seperti berdzikir, takbir di Masjid, sodakoh kepada fakir miskin dan orang terlantar, serta memerdekakan abid.
bagi kita sebagai umat islam moment gerhana matahari bukan hanya sekedar menikmati fenomena alam semata, akan tetapi sejauh mana keimanan kita terhadap keagungan dan kekuasaan Alloh swt yang mengatur segala sesuatu ciptaannya termasuk bulan dan matahari yang selama ini menemani kehidupan manusia pada malam dan siang hari.
demikian