MENJADI SEORANG MUSLIM YANG KAYA

blogger templates
MENJADI SEORANG MUSLIM YANG KAYA

http//:abimkazama2.blogspot.com
Berawal dari sebuah do’a yang cukup fenomenal yaitu “ Rabbanaa aatina fiddunya hasanah, wafil akhirati hasanah”; do’a tersebut merupakan do’a yang sering kita panjatkan hampir setiap setelah melaksanakan sholat fardhlu bahkan hampir setiap waktu kita mengharapkan suatu kehidupan yang sejahtera di Dunia dan di Akhirat kelak.
Dari do’a tersebut bermakna kita harus berusaha agar  hidup di dunia ini bahagia dan sejahtera, serta dapat membantu mensejahterakan orang lain. Dapatkah kehidupan sejahtera dan bahagia bila hidup dalam keadaan miskin? Tentu tidak. Dapatkah kita membayar zakat atau menunaikan ibadah haji kalau dalam keadaan miskin? Tentu sulit untuk itu. Karena itu, seharusnya umat islam selalu berusaha untuk menjadi orang kaya.
Selain itu, dalam al-Qur’an (Q.S Ali Imran : 110) dinyatakan bahwa umat islam adalah sebaik-baiknya umat manusia (khaira ummatin ukhrijat linnasi). Dapatkah menjadi khaira ummah bila dalam keadaan miskin, tidak pandai dan terbelakang? Tentu tidak.

Khaira ummah dapat terwujud kalau umat islam berharta, berilmu, berpikiran maju dan sehat jasmani rohani, sehingga dapat berguna dan memberi bantuan pada orang lain yang masih dalam kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan. Karena itu umat Islam harus selalu berusaha menjadi seorang muslim yang kaya, pandai dan maju. Usaha menjadi seorang muslim yang kaya tidak usah menunggu nanti setelah dewasa. Justru sejak masih remaja, seharusnya telah mulai belajar untuk berusaha. Minimal bercita-cita untuk menjadi kaya agar hasanah fiddunya dan menjadi khaira ummah.
Pada umumnya, orang-orang yang sukses dalam berusaha, mereka sejak remaja telah mulai belajar berusaha, waktu mudanya telah mulai berusaha, dan waktu dewasa telah menjadi pengusaha. Nabi Muhammad saw juga demikian, sejak remaja telah belajar berusaha, dan waktu muda sudah menjadi pengusaha. Untuk itu, para remaja muslim harus rajin mempelajari buku-buku tentang entrepreneurship dan keterampilan berusaha.
Namun dikarenakan pemahaman yang kurang berimbang terhadap masalah rezeki, tidak sedikit umat islam yang lebih berat kecenderungannya pada rizki yang dijaminkan oleh Allah swt, bukan pada rizki yang digantungkan yang harus diraih dengan cara usaha dan berkarya. Akibatnya mereka bersikap lemah, tidak memiliki semangat dan daya saing untuk bekerja mencari rizki. Mereka cenderung untuk lebih senang mengamalkan ajaran-ajaran tentang zuhud, qona’ah, faqir dan tawakal; hal ini tidaklah salah justru sebagai pondasi bagi setiap muslim sejati terutama bagi mereka yang siap melanjutkan langkahnya untuk menjemput rizki yang Allah swt telah dijanjikan. Sebagai contoh seorang muslim yang sedang berusaha dengan maksimal, ketika tidak sesuai dengan harapan , maka pondasi tadi sangat berperan aktip dalam menghadapi kejadian tersebut. Lain halnya dengan seorang yang berusaha tanpa pondasi keimanan yang kuat, maka ketika usahanya tidak sesuai dengan harapan, maka akan menghalalkan segala macam cara sebagai akibatnya.
Maka kita sebagai muslim diharapkan untuk menjadi seorang muslim yang kaya yang siap berjuang membela Agama dan saudara-saudara kita.
Semoga artikel ini bisa menjadi insfirasi bagi setiap yang membacanya.